


SMK Islam 2 Durenan sekolah yang menerapkan sistem industri mengadakan kegiatan Pintar Bersama Daihatsu (PDB) selama tiga hari pada tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2021. Seluruh SMK berbasis teknologi sekarang diharapkan dapat meluluskan siswa yang siap kerja diindustri sebanyak 50%, berwirausaha 25%, ataupun melajutkan kejenjang perkuliahan sekitar 25%.
Untuk dapat mencapai harapan tersebut SMK Islam 2 Durenan melakukan perubahan, baik dari penerapan sekolah berbasis Industri, dan kurikulum yang akan dijalankan. Penerapan sekolah berbasis Industri di SMK Islam 2 Durenan sudah dimulai sejak bulan Januari lalu 2021.
Kerja sama antara Daihatsu, dan SMK Islam 2 Durenan sebagai sekolah binaan tidak berjalan begitu saja. Ada proses yang panjang dalam kerjasama dengan Daihatsu. Tuntutan ini diberikan oleh Pak Wikan selaku dirjen vokasi. Beliau menginginkan sekolah yang tidak hanya meluluskan siswa yang memiliki hard skill yang bagus tapi juga memiliki soft skill yang baik.

Hal tersebut sebenarnya tidak hanya harapan, namun memang sudah direalisasikan dalam dunia industry. Di dunia Industri sudah diterapakan budaya kerja Industri. Setiap yang dilakukan memiliki aturan dan penataan masing-masing. Oleh sebab itu SMK Islam 2 Durenan ingin membiasakan budaya tersebut kepada siswanya agar ketika sudah terjun ke industry tidak kaget.
Penerapan budaya industri yang dijalankan yaitu 5S 5R meliputi Seiri Ringkas, Seiton Rapi, Seiso Resik, Seiketsu Rawat, dan Shitsuke Rajin. Selain itu SMK Islam 2 Durenan juga menata jalur jalan kaki, penataan tempat parkir, penataan peralatan, serta kurkulum agar sesuai dengan standar Industri. Perubahan budaya ini diterapkan oleh seluruh warga sekolah tak terkecuali.
Keikut sertaan SMK Islam 2 Durenan dalam program PBD sudah di rencanakan matang-matang. Daihatsu merupakan perusahaan yang memiliki kerjasama dengan sekolah. Tidak semua sekolah dapat mengikuti program PBD, dan bekerjasama dengan Daihatsu. Sekolah yang bekerjasama yaitu harus memiliki standar industry dalam penataannya.

SMK Islam 2 Durenan melakukan langkah-langkah agar dapat melakukan kerjasama pertama adalah benchmarking dengan pengukuran kualitas kebijakan, melihat kondisi SMK yang sudah terakreditasi Daihatsu seperti SMK Islam 1 Blitar untuk diterapkan di SMK Islam 2 Durenan. Kedua perbaikan sekolah dengan penerapan 5S 5R. Ketiga visitasi yaitu pengecekan untuk akreditasi oleh asesor, SMK Islam 2 Durenan akan melaksanakan sekitar bulan depan. Yang terakhir adalah akreditasi oleh Astra Daihatsu, setelah itu melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) kesepakatan kerja dengan perusahaan.
Keuntungan sekolah yang bekerjasama dengan Daihatsu yaitu, lulusannya bias langsung terserap di industri Daihatsu maupun perusahaan lain karena penerapan budaya industry yang sudah terlaksana, guru mendapatkan training untuk mengejar ketertinggalan, dan siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) mendapatkan sertifikat dari Daihatsu.

Namun, adapula kendala dalam pelaksanaannya yang membutuhkan biaya yang besar juga. Selain itu penerapan budaya industry harus dilakukan perlahan, karena bagaimanapun mengubah kebiasaan tidaklah mudah. Kebiasaan dimulai oleh guru sebagai pengajar, setelah itu akan diterapkan kepada siswa setelah kondisi pembelajaran berjalan.
Sekarang SMK Islam 2 Durenan menyebut bukan sekolah melainkan kampus. Kampus pertama berada dibarat, sebagai tempat pembelajaran akademis, dan agama. Sedangkan Kampus kedua berada ditimur sebagai tempat produktif. Setiap ruangan memiliki penanggung jawab masing-masing, selain mengikuti standar industri hal tersebut dapat memudahkan pihak sekolah dalam memantau berjalannya sistem di SMK Islam 2 Durenan.
Pak Seno sebagai wakil ketua program keahlian juga berharap walapun persiapan biaya yang besar SMK Islam 2 Durenan dapat berhasil menjalankan budaya industri dengan baik. Karena dampak yang diberikan tidak hanya untuk sekolah, tapi juga masyarakat yang memiliki harapan besar dengan SMK.

Dalam sekolah akan terjadi input, proses, dan output. Input merupakan penerimaan peserta didik, proses merupakan jalannya pembelajaran, dan pembentukan karakter disekolah, sedang output sebagai bentuk keluaran yang telah didapat serta akan di implementasikan di kehidupan. Itu merupakan hal penting yang menjadi tanggung jawab guru sebagai pengajar. Sedangkan untuk selanjutnya tinggal masing-masing siswa bagaimana memanfaatkan sarana sekolah yang tersedia.
“Untuk siswa yang sudah keluar, ataupun belum bisa menikmati sistem yang baru. harap kalian tetap melakukan yang terbaik, serta bisa berguna bagi masyarakat, ataupun dalam dunia kerja. Sedangkan untuk siswa baru saya harap kalian juga mempersiapkan diri dengan budaya industri yang akan dijalankan di SMK Islam 2 Durenan”Harap pak Muklis selaku sekertaris dalam kegiatan PBD saat di temui di ruang peralatan bengkel Rabu (23/6/2021).
Penulis:latifatunn.a