


vaksinasi smk islam 2 durenan
Penggalakan kegiatan vaksinasi Sinovac-1 dilaksanakan oleh DINKES (Dinas Kesehatan), dan TNI-POLRI oleh pemerintah dilaksanakan serentak kemarin Sabtu(11/09/21) di gedung TKR SMK Islam 2 Durenan. Kegiatan vaksinasi ini merupakan program yang menyasar khususnya dipondok pesantren yang merupakan tempat mukim dan tidak pernah libur untuk kegiatan pembelajaran.
SMK Islam 2 Durenan sudah berdiskusi dengan kepala Dandim (Komandan Distrik Militer) di Trenggalek jika ada kegiatan vaksinasi yang kuotanya tersisa lebih SMK Islam 2 Durenan dlibatkan untuk mengikuti. Hal ini dimaksudkan agar semua siswa di SMK Islam 2 Durenan dapat segera mendapatkan vaksin untuk mempermudah kegiatan pembeajaran nanti.
Kebetulan tahap pertama kegiatan vaksinasi ini berada di pesantren Bahrul Ulum Kedungajul dengan kuota vaksin untuk 634. Dikarenakan jumlah santri di pondok pesantren Bahrul Ulum 60 sisa kuota diberikan kepada siswa SMK Islam 2 Durenan dengan kuota 200 untuk masyarakat. Pergantian lokasi untuk vaksinasi juga dilaksanakan diSMK Islam 2 Durenan yang lebih luas serta mampu menampung peserta vaksin.
Kegiatan vaksinasi dimulai pada pukul 07.30-12.00 WIB dengan peserta yang ternyata sudah mengantri lebih dahulu. Dibantu oleh TNI, Polri, guru dan anggota OSIS SMK Islam 2 Durenan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sampai akhir.
Dinkes Trenggalek terus memberikan arahan dalam kegiatan vaksinasi. Untuk saat ini vaksin Sinovac-1 sudah mencapai 40%. Program akan terus dilanjutkan sampai ke semua lapisan masyarakat di Trenggalek. Namun, untuk saat ini Dinkes mendahulukan siswa SMP, SMA, SMK, dan Perguruan tinggi karena merupakan syarat untuk mengadakan pembelajaran secara Luring atau langsung.
“Setelah mendapatkan vasinasi kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi belum berakhir serta vaksinasi belum dapat mencapai 70%.penduduk. “ujar Dokter Saeroni selaku kepala Dinkes di kabupaten Trenggalek.
Saeroni juga menambahkan bahwa kegiatan Luring atau tatap muka secara langsung dapat dilaksanakan oleh lembaga pendidikan dengan syarat guru dan siswa telah melaksanakan vaksinasi minimal tahap pertama. Hal ini juga sebagai bentuk antisipasi penularan covid-19 karena kegiatan di lembaga pendidikan pasti terdapat masa yang besar.

SMK Islam 2 Durenan sendiri juga sudah mempersiapkan diri dalam pelaksanaan pembelajaran. Pihak sekolah akan menetapkan protokol kesehatan yang ketat, serta mulai menerapkan budaya industri kepada semua warga sekolah.
“Untuk kegiatan vaksinasi SMK Islam 2 Durenan sudah mencapai 90% siswa yang ikut vaksinasi. Kami akan terus memberikan peluang kepada siswa yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera melaksanakan. Dibantu dengan MPK, OSIS serta AMBALAN untuk melancarkan kegiatan luring nanti di SMK Islam 2 Durenan” ucap Mukhalal yang juga waka kesiswaan di SMK Islam 2 Durenan di ruang tata usaha Senin (20/09).
Kegiatan vaksnasi selanjutnya juga dilaksanakan kemarin tahap 2, dan 3 pada Senin-selasa( 13-14/09) di SMK Islam 2 Durenan yang diadakan serentak untuk seluruh lembaga pendidikan di Durenan. Program ini dilakukan oleh Dinkes dengan kuota kurang lebih 1000 vaksin. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan susulan bagi siswa, dan masyarakat di Durenan yang belum ikut serta.
Penulis:latifatunn.a